Kemana Masa Depan Mobil Nasional ?

Share:

e-automotif.com – Tentu masih dalam ingatan kita ketika Esemka menjadi secercah harapan hadirnya Mobil Nasional di tengah-tengah kita. Mobil buatan anak bangsa ini pernah naik daun gara-gara ditunggangi Jokowi yang saat itu menjadi wali kota Solo. Kehadiran Esemka sebenarnya memberikan angin segar bagi kemajuan dan perkembangan sektor industri otomotif nasional.

Mobil Nasional Esemka

Esemka

Masihkah  anda ingat juga dengan mobil listrik nasional “Selo”? kemudian “Tucuxi”. Mobil listrik buatan anak bangsa kini tenggelam tidak ada kelanjutannya. Disaat negara-negara maju mulai mengembangkan mobil listrik dan bahkan sudah memproduksi mobil listrik setidaknya Indonesia sudah memulai sehingga tidak tertinggal jauh. Lebih miris lagi ketika negeri ini berganti penguasa, proyek mobil listrik malah tersangkut masalah korupsi.

Mobil Listrik Nasional Selo

Selo, Mobil Listrik Sport Karya Anak Bangsa

Entah alasan apa sampai saat ini, pemerintah sepertinya enggan dan tidak serius menggarap mobil nasional. Jika di lihat dari minat serta pangsa pasar, Indonesia merupakan surga bagi pasar otomotif. Lihat saja berbagai merek mobil berseliweran di jalan raya Indonesia.

Baca : Mobil Termurah di Dunia

Alasan sumber daya manusia yang tidak kompeten di bidang otomotif tampak saat ini juga tidak bisa menjadi alasan. Lihat saja Esemka dan mobil listrik “Selo” bukti bahwa anak bangsa ini punya kemampuan di bidang otomotif, tinggal dukungan dan niat baik dari pemerintah saja.

Sebenarnya program mobil nasional sudah lahir ketika masa orde baru. Soeharto, yang saat itu menjadi Presiden menggandeng KIA produsen otomotif asal Korea melalui PT Timor Putra Nasional kemudian lahirlah mobil sedan Timor. Sayangnya mobil yang diklaim mobil Nasional oleh Hutomo Mandala Putra selaku pemilik PT. Timor Putra Nasional ini hanya re-branding alias ubah merek dari KIA Sephia menjadi Timor S515.

Mobil Nasional Timor S515i

Saat ini pemerintahan Jokowi juga mencanangkan program mobil nasional.  Alih-alih mengembangkan Esemka yang sudah membesarkan namanya. Jokowi malah mengikat kontrak dengan produsen mobil negara tetangga Proton. PT Adiperkasa Citra Lestari yang baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman dengan Proton merupakan milik dari Hendro Priyono yang notabenenya adalah tim sukses dari Jokowi. Tampak sekali kemauan pemerintah mengembangkan mobil nasional sarat dengan kepentingan politik. Lalu akankah PT. Adiperkasa Citra Lestari ini akan bernasib sama dengan PT. Timor Putra Nasional?.

Banyak pendapat pakar mengenai keinginan pemerintah dalam mengembangkan mobil nasional. Sofyan Jalil, mantan Menko bidang perekonomian menyebutkan Indonesia terlambat dalam mengembangkan mobil produksi anak bangsa. Lain lagi dengan Sofjan Wanandi, Pria yang menjabat sebagai Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai upaya pemerintah dalam mewukudkan mobil nasional sudah pernah dilakukan dan kemudian satu per satu berguguran. “Jangan berlebihan. Lebih baik konsentrasi saja, duitnya dipakai untuk jagung atau kebutuhan pangan lainnya,” ujarnya.

Memang harus diakui bahwa banyak hal yang harus dipersiapkan untuk memproduksi mobil nasional buatan anak bangsa. Mempersiapkan lahan pabrik, produksi spare part yang berkelanjutan kemudian jaringan penjualan serta perawatan yang memerlukan investasi yang tidak sedikit.

Baca : Tips Bisnis Mobil Bekas

tidak dapat dipungkiri lagi, mengembangkan mobil nasional memerlukan pemikiran dan investasi yang besar, tapi jika dikelola dan dikembangkan dengan baik akan memberikan keuntungan dari berbagai sektor seperti sektor ekonomi dan sektor industri.

Sebagai pecinta otomotif tentu saja kita berharap kehadiran mobil nasional yang terjangkau dengan kualitas yang bersaing dengan produk lain yang sudah ada. Akan menjadi kebanggaan tersendiri jika Negri yang besar seperti Indonesia punya mobil nasional yang minimal dijual di dalam Negeri dulu dan akan lebih bagus jika dapat diekspor.

Berita Lainnya

Kirim Komentar